Minggu, 28 April 2013

Pendekatan Kontekstual


                                       Pendekatan Kontekstual

      Pendekatan Kontekstual adalah konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
 

          Landasan filosofi pendekatan kontekstual adalah kontruktivisme, yaitu filisofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal tetapi mengkonstruksikan atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya (Masnur 2007:41). Tiap orang harus mengkontruksi pengetahuan sendiri. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Dalam proses itu keaktifan seseorang yang ingin tahu amat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada yang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang ( Paul S 1996:29 ).

Depdiknas (2002:5) menyatakan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) sebagai konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Pendekatan Kontekstual memiliki tujuh komponen , yaitu :

·         Konstrutivisme : guru tidak semata-mata memberikan pengetahuan tetapi membangun pengetahuan dalam diri siswa sehingga menjadi lebih bermakna dalam kehidupan mereka.

·         Menemukan : Pengetahuan dan keterampilan siswa diharapkan bukan proses mengingat materi, melainkan hasil menemukan sendiri fakta – fakta yang dipelajari.

·         Bertanya : Pengetahuan dan keterampilan siswa dengan dorongan perasaan ingin tahu (5W + 1H).

·         Maasyarakat belajar : Siswa saling belajar satu sama lain ( saling bertanya, saling menjawab, bertukar pikiran dan pendapat, serta bertukar pendapat ).

·         Pemodelan : Guru dan siswa bisa menjadi model dalam pembelajaran, Khususnya dalam pembelajaran sastra, Model dapat berupa rekaman audio / audio visual.

·         Refleksi : Sebuah proses perenungan mengenai sesuatu yang baru saja dipelajari.

·         Authentic Assessment : Pengumpulan data yang diambil dari kegiatan siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran.


Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual yaitu :

·         Activiting knowledge : dalam pendekatan kontekstual pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada .

·         Acquiring knowlwdge  : pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru.

·         Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge) :  pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk diyakini dan dipahami.

·         Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) :  pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa, sehingga tampak perubahan prilaku siswa.

·         Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan.


Wina (2005:125) menjelaskan beberapa hal penting dalam pembelajaran melalui pendekatan kontekstual atau CTL sebagai berikut:

a.   CTL adalah model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.

b.   CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal akan tetapi porses pengalaman dalam kehidupan nyata.

c.   Kelas dalam pembelajaran CTL, bukan sebagai tempat memperoleh informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan mereka dilapangan.

d.   Materi pelajaran ditemukan oleh siswa sendiri bukan hasil pemberian orang lain.


Kata kunci pembelajaran CTL :

·         Real World Learning

·         Pengalaman nyata

·         Berpikir Tingkat Tinggi

·         Berpusat pada siswa

·         Siswa aktif, kritis, dan kreatif 

·         Pengetahuan bermakna dalam kehidupan

·         Dekat dengan kehidupan nyata

·         Perubahan prilaku

·         Siswa praktek bukan berkhayal

·         Learning, bukan teaching

·         Pendidikan ( education ) bukan pengajaran ( instruction )

·         Pembentukan ‘ manusia ‘

·         Memecahkan masalah

·         Siswa ‘akting’ guru mengarahkan

·         Hasil belajar diukur dengan berbagai cara bukan hanya dengan tes


0 komentar:

Poskan Komentar